Kamis, 10 November 2011
Toko yang Menjual Istri
Toko yang menjual istri, baru saja dibuka di sebuah kota . Di sana , laki2 dapat memilih istri.
Di antara instruksi-instruksi yang ada di pintu masuk terdapat instruksi yang menunjukkan bagaimana aturan main untuk masuk toko tersebut.
“Kamu hanya dapat mengunjungi toko ini SATU KALI”
Toko tersebut terdiri dari 6 lantai dimana setiap lantai akan menunjukkan sebuah calon kelompok istri. Semakin tinggi lantainya, semakin tinggi pula nilai wanita tersebut.
Bagaimanapun, ini adalah semacam jebakan. Kamu dapat memilih wanita di lantai tertentu atau lebih memilih ke lantai berikutnya tetapi dengan syarat tidak bisa turun ke lantai sebelumnya kecuali untuk keluar dari toko.
Lalu, seorang laki2 pun pergi ke toko “istri” tersebut untuk mencari istri…
Di lantai 1 terdapat tulisan seperti ini :
Lantai 1 : wanita di lantai ini memiliki pekerjaan dan taat pada Tuhan.
laki2 itu tersenyum,kemudian dia naik ke lantai selanjutnya.
Di lantai 1 terdapat tulisan seperti ini :
Lantai 1 : wanita di lantai ini memiliki pekerjaan dan taat pada Tuhan.
laki2 itu tersenyum,kemudian dia naik ke lantai selanjutnya.
Di lantai 2 terdapat tulisan seperti ini :
Lantai 2 : wanita di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, dan senang anak kecil. Kembali laki2 itu naik ke lantai selanjutnya.
Lantai 2 : wanita di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, dan senang anak kecil. Kembali laki2 itu naik ke lantai selanjutnya.
Di lantai 3 terdapat tulisan seperti ini :
Lantai 3 : wanita di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, senang anak kecil dan cantik banget.
” Wow”, tetapi pikirannya masih penasaran dan terus naik.
Lantai 3 : wanita di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, senang anak kecil dan cantik banget.
” Wow”, tetapi pikirannya masih penasaran dan terus naik.
Lalu sampailah laki2 itu di lantai 4 dan terdapat tulisan Lantai 4 :
wanita di lantai ini yang memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, senang anak kecil, cantik banget dan suka membantu pekerjaan rumah.
”Ya ampun !” Dia berseru, ”Aku hampir tak percaya”
wanita di lantai ini yang memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, senang anak kecil, cantik banget dan suka membantu pekerjaan rumah.
”Ya ampun !” Dia berseru, ”Aku hampir tak percaya”
Dan dia tetap melanjutkan ke lantai 5 dan terdapat tulisan seperti ini :
Lantai 5 : wanita di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, senang anak kecil,cantik banget,suka membantu pekerjaan rumah, dan memiliki rasa romantis.
Lantai 5 : wanita di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, senang anak kecil,cantik banget,suka membantu pekerjaan rumah, dan memiliki rasa romantis.
Dia tergoda untuk berhenti tapi kemudian dia
melangkah kembali ke lantai 6 dan terdapat tulisan seperti ini :
Lantai 6 : Anda adalah pengunjung yang ke 4.363.012.000. Tidak ada wanita di lantai ini. Lantai ini hanya semata-mata bukti untuk Anda yang tidak pernah puas. Terima kasih telah berbelanja di toko “istri”. Hati-hati ketika keluar toko dan semoga hari yang indah buat Anda.
melangkah kembali ke lantai 6 dan terdapat tulisan seperti ini :
Lantai 6 : Anda adalah pengunjung yang ke 4.363.012.000. Tidak ada wanita di lantai ini. Lantai ini hanya semata-mata bukti untuk Anda yang tidak pernah puas. Terima kasih telah berbelanja di toko “istri”. Hati-hati ketika keluar toko dan semoga hari yang indah buat Anda.
Pesan moral ini bkn cm utk pria tp jg wanita: “Tetaplah slalu merasa puas akan pasangan yg sudah Tuhan sediakan. Jgn terus mencari yg terbaik tp jadikanlah yg baik yg ada dr yg sudah Tuhan sediakan, itulah pasangan yg terbaik bagi kamu seumur hidupmu hingga maut memisahkan.”
Sifat Kepiting Yang Ada Dalam Diri Manusia
Mungkin banyak yang tahu wujud kepiting, tapi tidak banyak yang tahu sifat kepiting. Semoga Anda tidak memiliki sifat kepiting yang dengki.
Di Filipina, masyarakat pedesaan gemar sekali menangkap dan memakan kepiting sawah.
Kepiting itu ukurannya kecil namun rasanya cukup lezat. Kepiting-kepiting itu dengan mudah ditangkap di malam hari, lalu dimasukkan ke dalam baskom/wadah, tanpa diikat.
Keesokkan harinya, kepiting-kepiting ini akan direbus dan lalu disantap untuk lauk selama beberapa hari. Yang paling menarik dari kebiasaan ini, kepiting-kepiting itu akan selalu berusaha untuk keluar dari baskom, sekuat tenaga mereka, dengan menggunakan capit-capitnya yang kuat.
Namun seorang penangkap kepiting yang handal selalu tenang meskipun hasil buruannya selalu berusaha meloloskan diri.
Resepnya hanya satu, yaitu si pemburu tahu betul sifat si kepiting.
Bila ada seekor kepiting yang hampir meloloskan diri keluar dari baskom, teman-temannya pasti akan menariknya lagi kembali ke dasar.
Jika ada lagi yang naik dengan cepat ke mulut baskom, lagi-lagi temannya akan menariknya turun… dan begitu seterusnya sampai akhirnya tidak ada yang berhasil keluar.
Keesokan harinya sang pemburu tinggal merebus mereka semua dan matilah sekawanan kepiting yang dengki itu.
Begitu pula dalam kehidupan ini… tanpa sadar kita juga terkadang menjadi seperti kepiting-kepiting itu.
Yang seharusnya bergembira jika teman atau saudara kita mengalami kesuksesan kita malahan mencurigai, jangan-jangan kesuksesan itu diraih dengan jalan yang nggak bener.
Apalagi di dalam bisnis atau hal lain yang mengandung unsur kompetisi, sifat iri, dengki, atau munafik akan semakin nyata dan kalau tidak segera kita sadari tanpa sadar kita sudah membunuh diri kita sendiri.
Kesuksesan akan datang kalau kita bisa menyadari bahwa di dalam bisnis atau persaingan yang penting bukan siapa yang menang, namun terlebih penting dari itu seberapa jauh kita bisa mengembangkan diri kita seutuhnya.
Jika kita berkembang, kita mungkin bisa menang atau bisa juga kalah dalam suatu persaingan, namun yang pasti kita menang dalam kehidupan ini.
Pertanda seseorang adalah ‘kepiting’:
1. Selalu mengingat kesalahan pihak luar (bisa orang lain atau situasi) yang sudah lampau dan menjadikannya suatu prinsip/pedoman dalam bertindak.
2. Banyak mengkritik tapi tidak ada perubahan
3. Hobi membicarakan kelemahan orang lain tapi tidak mengetahui kelemahan dirinya sendiri sehingga ia hanya sibuk menarik kepiting-kepiting yang akan keluar dari baskom dan melupakan usaha pelolosan dirinya sendiri.
Coba renungkan berapa waktu yang Anda pakai untuk memikirkan cara-cara menjadi pemenang. Dalam kehidupan sosial, bisnis, sekolah, atau agama. Dan gantilah waktu itu untuk memikirkan cara-cara pengembangan diri Anda menjadi pribadi yang sehat dan sukses.
Jika Seorang Pria Benar-benar Mencintaimu ...
- Dy akn mmnjakanmu sprti ank kcil, bhkan dy sdri tak tau alasan mmnjakanmu spt itu.
- Dy akn senantiasa mmbuatmu senang, sbb dy tdk akn mmbiarkanmu mneteskan air mata.
- Dy akn mnangis u/mu tnpa tau knp dy dpt bgtu lemah ddepanmu.
- Dy akn aktifkan HP 24jam u/mu, sbb dy mw kpn & dmn sj km bs mnemukan dirinya.
- Dy akn mnganggapmu plg baik & tdk akn mmbandingkanmu dgn wanita lain.
- Dy akn sllu mnemanimu, walaupun dy sdg sibug.
- Dy tdk akn stuju km diet, sbb ksehatanmu mjdi prioritas utama.
- Dy sgt ingin hdup brsamamu, & mnghabiskan hari2nya hnya brsamamu, sbb km mjdi bagian trpenting dlm hdupnya.
- Dy akn mncium keningmu dgn penuh ksh syg bkn nafsu.
- Dy akn mnyimpan sgala ssuatu ttgmu di HPnya & akn trtawa bodoh sndri ketika melihatnya.
- Dy akn dgn sabar mndengar curhatmu saat km sdg sedih, sbb dy tdk ingin mmbuatmu mrsa sdri.
Jika stlh km mmbaca kalimat2 ini, km mmikirkan seorang pria, maka dy lah pria yg sdg bnar2 mncintaimu.. :) :) :)
Senin, 07 November 2011
Legenda Asal Usul Padi
Nenek moyang kita dari daerah Jawa mempunyai legenda asal-usul padi Jawa yang unik. Kata yang empunya cerita, Dahulu kala di Kahyangan, Batara Guru yang menjadi penguasa tertinggi kerajaan langit, memerintahkan segenap dewa dan dewi untuk bergotong-royong, menyumbangkan tenaga untuk membangun istana baru di kahyangan. Siapapun yang tidak menaati perintah ini dianggap pemalas, dan akan dipotong tangan dan kakinya. Mendengar titah Batara Guru, Antaboga (Anta) sang dewa ular sangat cemas. Betapa tidak, ia samasekali tidak memiliki tangan dan kaki untuk bekerja. Jika harus dihukum pun, tinggal lehernyalah yang dapat dipotong, dan itu berarti kematian. Anta sangat ketakutan, kemudian ia meminta nasihat Batara Narada, saudara Batara Guru, mengenai masalah yang dihadapinya. Tetapi sayang sekali, Batara Narada pun bingung dan tak dapat menemukan cara untuk membantu sang dewa ular. Putus asa, Dewa Anta pun menangis terdesu-sedu meratapi betapa buruk nasibnya.
Akan tetapi ketika tetes air mata Anta jatuh ke tanah, dengan ajaib tiga tetes air mata berubah menjadi mustika yang berkilau-kilau bagai permata. Butiran itu sesungguhnya adalah telur yang memiliki cangkang yang indah. Barata Narada menyarankan agar butiran mustika itu dipersembahkan kepada Batara Guru sebagai bentuk permohonan agar beliau memahami dan mengampuni kekurangan Anta yang tidak dapat ikut bekerja membangun istana.
Dengan mengulum tiga butir telur mustika dalam mulutnya, Anta pun berangkat menuju istana Batara Guru. Di tengah perjalanan Anta bertemu dengan seekor burung gagak yang kemudian menyapa Anta dan menanyakan kemana ia hendak pergi. Karena mulutnya penuh berisi telur Anta hanya diam tak dapat menjawab pertanyaan si burung gagak. Sang gagak mengira Anta sombong sehingga ia amat tersinggung dan marah. Burung hitam itu pun menyerang Anta yang panik, ketakutan, dan kebingungan. Akibatnya sebutir telur mustika itu pecah. Anta segera bersembunyi di balik semak-semak menunggu gagak pergi. Tetapi sang gagak tetap menunggu hingga Anta keluar dari rerumputan dan kembali mencakar Anta. Telur kedua pun pecah, Anta segera melata beringsut lari ketakutan menyelamatkan diri, kini hanya tersisa sebutir telur mustika yang selamat, utuh dan tidak pecah.
Akhirnya Anta tiba di istana Batara Guru dan segera mempersembahkan telur mustika itu kepada sang penguasa kahyangan. Batara Guru dengan senang hati menerima persembahan mustika itu. Akan tetapi setelah mengetahui mustika itu adalah telur ajaib, Batara Guru memerintahkan Anta untuk mengerami telur itu hingga menetas. Setelah sekian lama Anta mengerami telur itu, maka telur itu pun menetas. Akan tetapi secara ajaib yang keluar dari telur itu adalah seorang bayi perempuan yang sangat cantik, lucu, dan menggemaskan. Bayi perempuan itu segera diangkat anak oleh Batara Guru dan permaisurinya.
Nyi Pohaci Sanghyang Sri adalah nama yang diberikan kepada putri itu. Seiring waktu berlalu, Nyi Pohaci tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik luar biasa. Seorang putri yang baik hati, lemah lembut, halus tutur kata, luhur budi bahasa, memikat semua insan. Setiap mata yang memandangnya, dewa maupun manusia, segera jatuh hati pada sang dewi. Akibat kecantikan yang mengalahkan semua bidadari dan para dewi khayangan, Batara Guru sendiri pun terpikat kepada anak angkatnya itu. Diam-diam Batara guru menyimpan hasrat untuk mempersunting Nyi Pohaci. Melihat gelagat Batara Guru itu, para dewa menjadi khawatir jika dibiarkan maka skandal ini akan merusak keselarasan di kahyangan. Maka para dewa pun berunding mengatur siasat untuk memisahkan Batara Guru dan Nyi Pohaci Sanghyang Sri.
Untuk melindungi kesucian Nyi Pohaci, sekaligus menjaga keselarasan rumah tangga sang penguasa kahyangan, para dewata sepakat bahwa tak ada jalan lain selain harus membunuh Nyi Pohaci. Para dewa mengumpulkan segala macam racun berbisa paling mematikan dan segera membubuhkannya pada minuman sang putri. Nyi Pohaci segera mati keracunan, para dewa pun panik dan ketakutan karena telah melakukan dosa besar membunuh gadis suci tak berdosa. Segera jenazah sang dewi dibawa turun ke bumi dan dikuburkan ditempat yang jauh dan tersembunyi.
Lenyapnya Dewi Sri dari kahyangan membuat Batara Guru, Anta, dan segenap dewata pun berduka. Akan tetapi sesuatu yang ajaib terjadi, karena kesucian dan kebaikan budi sang dewi, maka dari dalam kuburannya muncul beraneka tumbuhan yang sangat berguna bagi umat manusia. Dari kepalanya muncul pohon kelapa; dari hidung, bibir, dan telinganya muncul berbagai tanaman rempah-rempah wangi dan sayur-mayur; dari rambutnya tumbuh rerumputan dan berbagai bunga yang cantik dan harum; dari payudaranya tumbuh buah buahan yang ranum dan manis; dari lengan dan tangannya tumbuh pohon jati, cendana, dan berbagai pohon kayu yang bermanfaat; dari alat kelaminnya muncul pohon aren atau enau bersadap nira manis; dari pahanya tumbuh berbagai jenis tanaman bambu, dan dari kakinya mucul berbagai tanaman umbi-umbian dan ketela; akhirnya dari pusaranya muncullah tanaman padi, bahan pangan yang paling berguna bagi manusia.
Versi lain menyebutkan padi berberas putih muncul dari mata kanannya, sedangkan padi berberas merah dari mata kirinya. Singkatnya, semua tanaman berguna bagi manusia berasal dari tubuh Dewi Sri Pohaci. Sejak saat itu umat manusia di pulau Jawa memuja, memuliakan, dan mencintai sang dewi baik hati, yang dengan pengorbanannya yang luhur telah memberikan berkah kebaikan alam, kesuburan, dan ketersediaan pangan bagi manusia. Pada sistem kepercayaan Kerajaan Sunda kuna, Nyi Pohaci Sanghyang Sri dianggap sebagai dewi tertinggi dan terpenting bagi masyarakat agraris.
Ritual dan Adat
Meskipun kini orang Indonesia kebanyakan adalah muslim atau beragama hindu, sifat dasarnya tetap bernuansa animisme dan dinamisme. Kepercayaan lokal seperti Kejawen dan Sunda Wiwitan tetap berakar kuat dan pemuliaan terhadap Dewi Sri terus berlangsung bersamaan dengan pengaruh Hindu, Buddha, Islam, dan Kristen. Beberapa kraton di Indonesia, seperti kraton di Cirebon, Ubud, Surakarta, dan Yogyakarta tetap membudayakan tradisi ini. Sebagai contoh upacara slametan atau syukuran panen di Jawa disebut Sekaten atau Grebeg Mulud yang juga berbarengan dengan perayaan Maulid Nabi Muhammad.
Yang Hilang ...
“Jimmiii!!!”
“Nensiii!!!”
“Jimmiii!!!”
“Nensiii!!!”
Kami berdua saling panggil nama sambil teriak-teriakan kayak Tarzan nyasar seakan-akan gak percaya sama orang yang ada dihadapan kita. Gak peduli ada beberapa pembeli Distro yang ngeliat ilfill kearah kita, gue gak peduli! Apalagi Jimmi! Gue sama Jimmi udah gak ketemu hampir empat tahun, jadi maklum kalo ketika ketemu kita jadinya teriak-teriakan kayak kulit muka udah setebel badak! Jimmi itu temen terbaik gue dari SD, seumuran kayak gue, lebih tua dia dikit lah. Anak laki-laki dari Dr. Fahri Minoto dan Ika Minoto MT (kebayang dah, gimana ribetnya punya ortu super perfect! Bisa gila!). Dia orangnya asik, heboh, gila, konyol, aneh, lucu, nyenengin, oke lah pokoknya! Gag jauh beda deh, sama gue. Cuman dia lebih over dosis. Tapi itu yang gue suka dari Jimmi. Dia bisa jadi sodara yang siap ngejagain gue, dia bisa jadi temen yang bisa diajakin gila-gila’an bareng, bahkan dia juga bisa dijadiin pacar kalo gue lagi pengen curhat-curhat. Pas lulus SMA, ayahnya ingin dia ngelanjutin kuliah di Australia. Denger kayak gitu, yang namanya Jimmi benci banget makan bangku sekolah, langsung dah kabur dari rumah. Bahkan gak sempet pamit ato bilang dulu kek, ke gue. Seluruh keluarga besar Minoto, bahkan temen-temennya dikerahkan untuk cari dia. Semua sibuk nempelin lembaran foto plus identitas dikoran, berita orang hilang radio dan televisi, jalan raya, yang mereka katakan kalau Jimmi hilang. Padahal mereka bener-bener sadar kalau Jimmi bukannya hilang, tapi sengaja menghilang. Semua sibuk cari sana-sini selama berbulan-bulan. Kecuali gue. Gue tahu betul itu adalah keputusannya, dan dia pasti tahu setiap konsekuensi dari keputusan yang dia ambil, mungkin menurutnya itu yang tebaik buat dia, dan mungkin dia bisa nemukan kebahagiaan yang sebenarnya diluar sana. Ternyata gak jauh-jauh banget, ortu gue juga ngelakuin hal yang sama, suruh gue kuliah di Singapore . Males gila! Mending ngikut minggat kayak Jimmi aja, dah! Yaudah deh, langsung cabut keJogja, nge-kos (yang murah meriah) trus kerja-kerja ringan deh. Hehehee! Kebetulan juga ada temen di Jogja yang punya Distro, bantu jagain, boleh juga, penting bisa buat makan. Sambil menyelam, minum air, sambil minggat, nyariin si Jimmy (Gak nyambung, disambungin aja, lah!). tapi hasilnya nihil! Eh, ternyata tiba-tiba aja dia nongol sendiri kayak jerawat! Penampilannya lebih berantakan dari terakhir gue ngeliat. Rambutnya gondrong sepundak lebihan dikit. Eh, telinganya dua-duanya dipiercing! Oke juga! Tattoo,nya juga keren! Kaos putihnya keliat banget kagak disetrika, untung aja ditutupin pake jaket item. Trus celana jeans belel warna biru tuanya! Bussseeettt! Kayak kagak dicuci setahun atau dia emang abis jungkir balik diaspal! Celana jeans gue juga belel, tapi yah gag butut-butut amat kayak gitu, deh! Trus tas.nya? itu kalo gak salah tas dia pas SMA! Tas SMA gue mah udah masuk Museum Gembel Nasional. Tapi boot kulit cokelat tuanya keren! Bikin ngiler! Tapi boot merah gue gak kalah keren, kok! Hahahaa!
“Woi! Tambah cakep aja lo, neng! Gilaaaakkk!” katanya sambil cengar-cengir nyebelin.
Oke! Gue tahu itu cuman ngeledek! Karena gue inget banget dia gak pernah puji-puji gue. Pernah sih sekali doank, pas gue patah hati gara-gara si Akbar.
“Elo sangar, bauk, jelek, dekil, bego, bernafas pula!” balas gue.
“Hahahaaha!”
Busset, dah! Ketawanya serem amat kayak mau makan orang!
“Lo kerja sini?”
“Ho’oh, buat makan,”
“Oooo…”
“Kenapa?”
“Gak apa-apa,” matanya jalan-jalan kesana-sini sampe akhirnya nyasar ke bagian dada gue yang kebetulan gue pake kaos yang potongan dadanya agak rendah. Sialan! Tapi buru-buru matanya pergi. Hehehee! Ternyata masih tahu sopan santun tuh matanya.
“Oh iya, gimana kabar orang rumah?” tanyanya agak basa-basi kayak nasi yang dibiarin dipanci seminggu.
“Tauk. Gue juga keluar rumah kok,”
“Lah kenapa?”
“Sama, lah. Lo mau kemana nih?”
Jimmi mengangkat bahu.
“Gimana kalo lo tinggal dikosan gue aja?”
“Boleh tuh!”
“Oke, lo tunggu gue pulang dulu. Ntar lagi, kok. Jam 4,”
“Sip! Gue tunggu dimobil”
“Lo ada mobil?”
“Iya yang gue SMS dulu, kan gue bawa pergi dari rumah ntuh!”
“Masih ada noh? Kirain dah lo jual?”
“Kagak, donk! Nyawa gue itu mah. Hehehee!”
“Kagak, donk! Nyawa gue itu mah. Hehehee!”
*
“Kosan lo asik juga, Nen!” kata dia pas pertama kali masuk.
“Ngeledek nih?”
“Beneran…”
“Asiknya?”
“Yah yang diatas cuman ada kamar lo doank,” Jimmi celingukan liat-liat depan lewat jendela kamar trus duduk lagi didepan gue yang lagi buka nasi bungkusan yang tadi beli diMalioboro. Trus makan sampai habis gak ada sisa. Untung gak sekalian sendok dan kertasnya juga dia makan.
“Mau rokok?” Jimmi mengambil rokok diselempitan dompetnya. Udah agak-agak kusut, kayak mukanya!
“Gak, gue udah ada sendiri, kok,” kata gue sambil cengar-cengir liatin dia yang berantakannya kelewat gila! (Eh, tapi tetep cute kayak dulu, kok. Hehehee!)
“Kenapa lo cengar-cengir?”
“Hehehee! Kagak!” makin pengen ketawa gue liat dia salah tingkah.
“Oyah, ngapain lo tadi masuk Distro?”
“Numpang ngadem,” jawabnya enteng.
“Sialan!”
“Panas banget sih diluar. Sampe kering kayak tempe gue!”
“Nah kan lo ada mobil?”
“AC mati, gak kuat ongkos kalo pake AC,”
“Lo juga cari duit?”
“Iya, lah. Masa cari jemuran orang,”
“Hahahaa, emang lo kerja apa’an?”
“Kerja apa aja… ngerjain lo juga boleh! Hehehee!”
“Oh iya. Gue sempet cari lo, lagi. Kemana aja sih?”
Jimmi menyulut rokok tanpa filternya.
“Keliling Indonesia, neng,”
“Sendirian?”
“Awalnya. Tapi ntar namanya temen kan pasti dapet,” katanya sambil nyengir kuda, tauk dah maksudnya apa’an.
“Trus tidurnya?”
“Dimana ajalah, cowok… Wuidih! Lo pergi dari rumah bawa Tape CD Player juga!”
“Banyak! Laptop, ipad, hape, de-el-el,”
“Busset! Lo minggat kayak rampok!”
Lalu dia bangkit, mentelengin kaset-kaset CD dan Tape gue.
“Kalo ga salah ini kaset The Doors punya gue yang belom lo balikin, kan?” Jimmi mengangkat satu kaset tape The Doors miliknya dulu.
“Hehehee! Lo inget aja sih?”
“Hehehee! Gak apa-apa. Lo simpen aja. Eh, ada GnR juga, lama banget gue kagak dengerin. Setel, yah?” katanya sambil langsung nyetel kasetnya padahal gue belom ngomong ‘Iya’.
“Oke! Gue ada vodka tuh lemari,”
Jimmi langsung asoy-geboy aja ngambil padahal letaknya ada disamping tumpukan pakaian dalem gue.
“Gue juga punya ini. Hehehee!” dia membuka satu tepak penuh isi ganja.
“Anjrit! Lo kemana-mana bawa beginian kagag takut?”
“Alah, abis gini juga dilegalin, kan?!”
“Tapi kan blom, nyet!”
“Hahahaa!”
Aku mengambil satu linting.
“Lo udah punya cowok, Nen?” tanya JImmi. Suaranya datar, sedikit ditahan. Kayak gimana gitu, sulit dideskripsikan dengan kata-kata gue. Bikin gue ikutan canggung.
Nyalain ganja dulu, ah, baru jawab. “Blom. Kenapa?”
Dia menenggak kira-kira seratus mili vodka yang baru saja dia tuang kedalam gelas. Lalu menuangkan dengan ukuran yang sama lagi, dan menyodorkan kearah gue. Gue tenggak langsung.
“Gak apa-apa. Kenapa kok belom?”
“Males aja. Nungguin elo kali?” kata gue asal. Becanda banget, suwer kagak ada maksud apa-apa. Tapi bikin muka dia merah kayak palang stopan dijalan.
Trus dia ketawa ngakak, gue jadi ikutan ngakak.
Tapi gak tahu kenapa, detik ini, gue ngerasa nyaman banget. Seakan-akan gue abis nemuin separuh dari diri gue yang ilang, dan sekarang dia datang lagi.
Sambil dengerin lagu-lagunya Guns n Roses, nikmatin Vodka, ngisep ganja pelan-pelan, trus dengerin Jimmi yang lagi ngomel cerita-cerita pengalamannya yang gak jelas masuknya keotak gue, menurut gue itu udah surga gue! Rasanya seperti mimpi, gue bisa ketemu dia lagi. Gue perhatiin wajah dekil tapi manis miliknya. Gue kangen dia banget!
*
Udah sebulan Jimmi tinggal di kosan gue. Dia masih seperti dulu. Gila tapi baik. Dan sumpah gue bingung sama yang namanya satu ini, ‘HATI’ . tauk dah rasanya gimanaaaa, gitu. Ya, tuhan, masa sih gue naksir dia. Gilak ajah!
Gue ngelirik jam tangan gue yang kembaran sama Jimmy dari SMA sampe sekarang. Jam setengah sebelas. Gue naik tangga kos-kosan dengan malas. Gue buka pintu. Dan gue nemuin Jimmy duduk ditempat tidur. Diem, kayak murid masuk ruang BK. Tumben-tumbenan dia udah pulang.
“Ngapain lo, boy?” tanya gue rada cengengesan.
“Lo gak liat gue duduk?”
“Maksud gue, tumben lo duduk anteng banget kayak lampu lalu lintas?”
Gue taroh tas gue trus duduk disampingnya, jadi rada-rada kuatir dah, ada apa’an sih, nih anak?
Dia sekarang ganti ngeliatin gue. horror banget nih cowok!
“Kenapa lo?” gue sekarang jadi serius gara-gara liat muka dia serius.
“Nen, ikut gue, yuk,”
“Kemana?”
“Kemana aja gue pergi,”
“Maksud lo?”
Dia gak jawab. Diem. Lagi mikir kali, yah. Trus tiba-tiba dia pegang tangan gue. Bussset, dah! Jantung gue lompat-lompat kayak pocong jadinya! Dia ngeliat mata gue dan gue liat balik mata dia sampe gue susah napas. Gue coba cari urat becandaan diwajahnya, tapi gak ketemu, dia bener-bener serius kali ini! Ya, Tuhan!
Sambil malu-malu dia nyodorin kegue selembar kertas. Weiiitttsss!!! Kertas punya binder gue, nih! Main sobek aja dia!
Sambil malu-malu dia nyodorin kegue selembar kertas. Weiiitttsss!!! Kertas punya binder gue, nih! Main sobek aja dia!
Tanpa tanya gue baca isinya,
Nen, pas gue ninggalin rumah, gue ngerasa kayak ada yang ilang, kayak ninggalin sesuatu, ganjel banget rasanya. Tiap hari gue kepikiran itu, tanpa tau jawabannya. Tapi pas ketemu elo, rasanya plong, lama-lama gue nyadar kalo ternyata perasaan ganjel itu ada di elo. Gue cinta sama elo, Nen. Awalnya gue ragu, tapi akhirnya gue sadar kalo itu beneran.
Sorry, gue pake cara aneh+udik, abisnya gue grogi.
I love U, Nen……………………nek sihir! Hahahaahahahaha!
Hampir aja gue ketawa gara-gara kata-kata terakhirnya. Tapi gue tahan. Timingnya gak pas. Ini lagi episode serius soalnya.
“Nen, ikut gue, yah?” kakinya ditekuk keatas hingga dagunya hampir bisa ditempelkan kelututnya.
“Gue emang gak bisa janjiin elo kalo masa depan gue bakalan cerah, Nen. Tapi gue bisa pastiin, kalo kita bisa bahagia. Gue yakin,” kata Jimmy lalu meletakkan tangan gue dan kedua tangannya ke lututnya dan menempelkan pipinya ke tangan gue.
Jujur gue gak bisa jawab. Sumpah speechless. Gue kaget, gak percaya, canggung, seneng gak karuan, pokoknya dibikin megap-megap deh.
“Nen?” kata dia lagi.
Gue senyum, trus ngangguk. Dan akhirnya dia juga senyum. Lega kelihatannya. Lantas dia peluk gue.
*
Rabu, 02 November 2011
Langganan:
Komentar (Atom)

















