Tampilkan postingan dengan label my true story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label my true story. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Februari 2012

Kasih Sayang Kuncing Pada Saudaranya



Hari ini hari Valentine (hari ultah ku juga, sih) . kata orang hari kasih sayang, buat kekasih dan yang pasti buat keluarga ...
Mungkin kalau ada yang bilang manusia makhluk yg paling sempurna karena dikarunia hawa nafsu, tidak sepenuh nya benar. Tadi pagi saya melihat momment yang benar2 mengharukan dari seekor anak kucing yg mungkin masih berusia 2 bulanan. Tepatnya dijalan Gula.
Seekor anak kucing berwarna abu-abu kehitaman yg berumur 2 bulanan, sekarat ditengah jalan . seseorang manusia yang tidak punya hati telah menabraknya tanpa peduli untuk sekedar membawa kepinggir trotoar .
Jalan Gula pukul setengah delapan pagi adalah jalanan yang sibuk lalu lalang motor yang sebagian besar pasti terburu-buru karena dikejar waktu jam kerja . Pastilah tahun bagaimana kecepatan motor pada waktu itu . Disisi pinggir jalan ada 3 kucing yang juga sama umurnya dan besarnya dengan kucing yang tertabrak tadi . Mereka melihat saudaranya sekarat kesakitan ditengah jalan, namun jalanan begitu ramai . Namun salah satu saudara kucing berwarna oranye dengan langkahnya yang masih pelan menghampiri saudaranya . Tanpa peduli lalu lalang kendaraan, ia berjalan perlahan . Ia berusaha menyeret saudaranya kepinggir, namun tenaganya mungkin belum mampu . Namun sekali lagi, ia tetap berusaha tanpa peduli sekitar . Tiba-tiba motor didepannya kaget, dsa me-rem motornya . Diangkat ke dua kucing ini kepinggir dan entah lalu diapakan . Paling tidak masih ada seorang baik hati yang menolong perjuangan ke dua kucing kecil untuk bertahan hidup dan menyelamatkan saudaranya .

Saya sendiri pada saat itu dibonceng ayah saya, dan kejadian itu berlangsung belasan detik saja .
Untuk seekor anak kucing yang mungkin terkadang bertengkar karena berebut makanan, namun ia tidak sampai hati membiarkan saudaranya sekarat ditengah jalan . Ia berusaha  menyelamatkan saudaranya meski itu membahayakan diri sendiri . Namun apa yang kita lihat berita2 dikoran2 yang kita baca . Saudara yang saling membunuh hanya karena suatu masalah yang sering kali dipicu oleh sesuatu yang namanya "uang" .

Senin, 23 Januari 2012

Susah Senang Membuat Raselin

Pada awalnya saya tidak pernah tertarik dengan yang namanya sepeda. Bukannya malas atau nggak pingin sehat, tapi saya memang nggak seberapa bisa. Apalagi melihat kenyataannya dijalan-jalan banyak sepedah dengan warna norak (ups! maaf!) yang bikin orang ngantuk langsung padang gara-gara silau warnanya yang ngejreng tabrak lari tumpang tindih .
Beberapa waktu lama saya masih tidak berminat dengan sepeda. Sampai pada akhirnya saya jalan-jalan ke Tunjungan Plaza, dan melihat ada sepeda Fixie Air Walk. Detik itu juga saya jatuh cinta padanya. Tetapi seketika saya seakan-akan menjadi kecil ketika melihat pricenya . Bussseeettt, dah ! Meski uang bulanan ditabung setahun juga kagak cukup . Naseeeebbb ...
Dan alternatif terakhir adalah merakit sepeda sendiri yang sedikit menyerupai sepeda itu. heheheehe.
Tapi saya tidak lantas membeli ini itu dan langsung merakitnya. Nabung duluuuuu... karena kebetulan saya bukan orang yang hobby menabung. Mulai lah aku belajar untuk menabung. Dan untungnya pacar saya punya frame sepeda yang mangkrak dirumahnya. Sikaaaaattt !!! hahahaaha.
Tabungan pertama saya gunakan untuk membeli ban, velg, ruji, pedal, piringan, rantai, dll (pokoknya bagian bawah sepedah, deh! saya gak hafal nama-namanya ^^"). Saya simpan dulu, sampai kira-kira sebulanan. Menunggu uang berikutnya. Sebulan kemudian saya membeli cat dan tiner. Dan hal apes menghampiri nasib saya lagi. Bunda saya menyarankan agar tetangga saya yang mengecat (kompresor) sepedah saya. Tapi jadinya malah semrawut. Ngelihat hasilnya bikin saya pengen bunuh diri. Udah beli cat pake uang jajan. Udah gitu, dia nya minta dibayar pula, gagal gitu! huh! Akhirnya saya datangkan tukang cat yang bener-bener tukang cat. Bukan tukang cat KTP kayak kemaren.
Udah perfect, tinggal setir, sama sadel. Dengan sisa uang terakhir, saya gunakan untuk mebeli sadel. Yang mahal sekalian. Biar gak sakit kalo dipake sepedahan lama-lama. Oke. Uang tinggal 5000 perak untuk bertahan setengah bulan kedepan.  Dan ternyata sesampainya dari rumah, baru sadar kalo sadelnya gak sekalian papan bawahnya (entah apa namanya, saya lupa). Namun beberapa hari kemudian pacar saya membawakannya dan sekalian setirnya. Saya memesan setirnya yang berbentuk lurus. Karena saya tidak suka setir seperti sepeda fixie yang saya lihat dijalanan Surabaya. Kalau ditanya kenapa? saya tidak tahu sebabnya, pokoknya saya tidak suka, titik. Sebelum berangkat merakit, pacar saya baru sadar, kalo rem yang saya beli itu tidak cocok! Sialan! Balik lagi ke toko sepeda. Untungnya pemilik toko memperbolehkan untuk tukar saja.
Tibalah akhirnya datang ke tukang rakit sepeda (kayak perakit bom, aja-,-). Udah pasang sana-sini, dan rantainya kurang 2 biji! ditambal dah sama ratei biasa. Mau gimana lagi, yaudah deh. Yang penting bisa dipake lah, dan yang pasti kelihatan manis kayak yang punya. heheheehe!

Selasa, 17 Januari 2012

Gak Tahan Kritikan



Mungkin kalau dilihat dari penampilan luar, mungkin saya kelihatan lebih cuek, kuat dan masa bodoh . Tapi siapa yang tahu kalau sebenarnya saya itu cengeng ! Baru kemarin saya dapat komplain dari hasil foto copy saya . Mungkin karena saya baru saja terjun dibidang itu, jadi bisa dipastikan hasilnya tidak maksimal . Dia mengkritik dan menunjukkan perbandingan hasil dari saya dan dari yang lain . Mungkin orang itu bermaksud mengkritik dengan tujuan agar lebih baik untuk saya kedepannya . Berintonasi pelan, berbahasa halus, namun begitu pedas . Saya hanya bisa  "iya-iya" atau "maaf" . Saat itu disebelah saya duduk kekasih saya Ganang Pamungkas . Sepeninggal orang itu, sebenarnya saya ingin menangis. Tapi saya tahan, karena Ganang juga kelihatan lebih kecewa mendengar perkataan laki-laki itu . Saya berusaha tersenyum, saya buat bercandaan, biar saya terlihat kuat dihadapannya. Karena saya tahu, kalau saya terlihat sedih dihadapannya, dialah yang akan merasa lebih sakit dibanding saya . Dahulu acap kali ada seseorang yang mengkritik tentang saya, entah tentang penampilan, atau pekerjaan, saya hanya tersenyum dan berlalu, kemudian menangis seorang diri . Namun ketika melihat kekasih saya, saya seolah mempunyai kran dikelopak mata saya, sehingga saya bisa menyumbat air mata yang hendak keluar . Dia itu seperti sabu-sabu merk pribadiku yang selalu membuatku percaya pada diriku sendiri ...

Lagu Untuk Teman



Suction your cigarette, my friend ...
there is, and dont ever to stop !
as we always said yesterday,
everything will be alright, always ...


We have jump the time, and
cursed the life together, we never-
know when we never try,
thats why we still walk here ...


(*)
Here we are in our glad !
Dancing above the suck fate,
laught at they who blaspheme us !
we fight, we drunk, and we laught ...
sad and glad in our story,
finally we always alive ...




Hisap rokokmu, teman
disana, jangan pernah berhenti !
seperti apa yang selalu kita ucapkan kemarin,
semuanya akan baik-baik saja, selalu ...


kita tlah melompati waktu,
mengumpati hidup bersama-sama ...
kita tak pernah tau kalau tak mencoba,
itu kenapa kita masih berjalan disini ...


(*)
Kita disini dalam kebahagiaan kita sendiri !
menari dalam takdir yang payah,
menertawakan mereka yang menghujat !
kita melawan, kita mabuk, dan kita tertawa !
suka dukadalam cerita kita,
pada akhirnya kita selalu selamat ...

Sabtu, 17 Desember 2011

Suatu Ketika Saat Kau Meninggalkanku Disini


Dan suatu hari nanti kamu akan tahu kebenarannya,
kamu akan melihat aku berjalan dengan seseorang yang baru,
seperti kemarin ketika kamu menyakitiku,

membuatku sekarat dengan semua kesepian yang mencoba membunuhku ...

Aku masih ingat kenangan antara kau dan aku,
aku melakukan hal-hal yang gila,

hanya untuk membuat kamu dan aku bahagia ...

Tapi kau tahu?

aku tidak lagi takut untuk terluka oleh orang lain
dan aku tertawa jika ku ingat belajar merokok ketika kau pergi ...