Mata itu menatap tajam, menelusuri setiap rasa sesak dipersendianku, seakan berkata "Jangan menangis, aku tak sanggup melihatnya," . Bibirnya tak berkata apapun, namun sentuhannya cukup menjelaskan ia tak sanggup untuk melangkah lebih jauh lagi . Ku tatap ganti matanya . begitu dalam, mencari kesungguhan tentang janji setianya dulu. namun tak mampu ku berlama-lama, dan ku lempar kesekitar . Semua tampak hitam-putih, begitu hening tanpa suara . Hanya gerakan angin yang mengisyaratkan mereka ada . Dan diantara mereka, kami berdiri. ku coba menatapnya kembali, terasa basah tanpa suara. Diraihnya tanganku. digenggamnya kedinginan yang membelengguku, menyalurkan energi hangat tubuhnya. Kami berdua masih saling diam, tanpa kata, tanpa suara. namun dari setiap inci gerakan kami, kami sudah saling tahu, kami masih saling mencintai. Tangan itu menghangatkan telapak tanganku, mencairkan hatiku yang sempat membeku beberapa hari yang lalu. Genggaman tangannya seolah memberi kalsium pada setiap tulang dan persendianku yang hampir runtuh. Entahlah bagaimana aku harus tanpanya, apa aku mampu berdiri tanpa pegangan tangannya. Aku membutuhkan genggaman ini untuk menumbuhkan harapan disetiap hembus nafasku. Aku butuh dia, masih butuh dia, dan akan selalu membutuhkannya, Tuhan . Suara kapal itu memecahkan warna hitam putih diantara kami, merubah keheningan yang lalu menjadi riuh renyah. Dia segera memelukku. begitu erat. Hingga hangat tubuhnya terasa mengalir bersama denyut nadiku. Dan akan selalu mengalir disini meski dia telah berdiri diatas lautan menuju hidup barunya disana.
Sabtu, 03 Desember 2011
Rabu, 30 November 2011
Sebuah Asumsi Ringan
Saya : "Yank, kamu tahu? Orang Barat kalo menikah itu, kalo pas lagi berantem, mereka berusaha gak berada didepan anaknya, tapi kalo pas mesra-mesraan, selalu ditunjukin didepan anaknya. Sedangkan orang Indonesia, kalo berantem sering kali didepan anaknya, tapi kalo pas lagi mesra-mesraan, malu & sembunyi-sembunyi dari anaknya, alasannya gak baik dilihat anak. Mungkin karena itu yah, pada akhirnya anak itu kalo udah besar, bakaan gampang terbawa emosi, soalnya udah dicontohin sama bapak-ibunya waktu dia kecil,".
Beberapa detik kemudian, pacar saya berkata, "Makanya itu orang indonesia senengane tawuran. nek wong barat, nggerbolan! Hahahahaha,"
Sabtu, 26 November 2011
Pesan Buat Para Cowok
Pernah suatu ketika, temanku bercerita tentang pengalamannya .
seperti ini ceritanya :
Pacar ku cantik dan aku udah pacaran selama lebih dari setahun, jadi kita memutuskan untuk menikah. Hanya ada satu hal kecil mengganggu ku, yaitu adiknya yang lebih muda dan lebih cantik. Calon adik ipar ku itu berusia dua puluh dua, sering mengenakan rok mini yang sangat ketat dan selalu tanpa bra. Dia secara teratur dan sering membungkuk ketika di depan ku, dan aku selalu mendapatkan pemandangan yang menyenangkan dari bagian-bagian pribadinya. Sepertinya disengaja, sebab dia tidak pernah melakukan itu ketika dia berada di dekat orang lain.
Suatu hari aku berkunjung ke rumah pacarku. Saat itu yang ada di rumah cuma calon adik ipar ku, dan kami pun ngobrol hanya berdua saja di rumah. Adik ipar ku seketika berbisik pada ku bahwa ia memiliki perasaan dan keinginan yang tidak bisa diatasinya. Dia mengatakan kepada ku bahwa ia ingin bercinta denganku dan sekali saja sebelum aku menikah dengan kakaknya. Yah, aku bener2 kaget, dan tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun. Dia berkata, “Aku akan ke atas ke kamarku, dan jika kamu mau ikutilah aku”.
Aku tertegun dan terpaku saat melihat dia pergi menaiki tangga. Ketika sampai di puncak tangga ia melepas celana dalamnya dan melemparkannya ke arahku. Aku berdiri di sana sejenak, lalu berbalik dan langsung berlari menuju ke pintu depan. Aku membuka pintu depan, dan langsung menuju ke mobil saya.
Tapi suatu kejutan terjadi, seluruh keluarga pacar saya termasuk pacar saya telah berdiri di luar, dan semua bertepuk tangan! Dengan tersenyum haru calon bapak mertua saya memeluk dan berkata, “Kami sangat senang bahwa kamu telah lulus ujian kecil kami, kamu ternyata laki-laki yang baik dan tidak mudah tergoda oleh bujuk rayu wanita.”
Dan pesan moral atas cerita ini adalah:
” Selalulah simpan kondom Anda di mobil! Jangan di dalam dompet! ”
Wanita yang Dicintai Suamiku
Kehidupan pernikahan kami awalnya baik2 saja menurutku. Meskipun menjelang pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario tampak baik dan lebih menuruti apa mauku.
Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan pergi ke kantornya bekerja sampai subuh, baru pulang kerumah, mandi, kemudian mengantar anak kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit, makannya pun sedikit.
Aku pikir dia workaholic.
Dia menciumku maksimal 2x sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia pulang kerja, itupun kalau aku masih bangun. Karena waktu pacaran dia tidak pernah romantis, aku pikir, memang dia tidak romantis, dan tidak memerlukan hal2 seperti itu sebagai ungkapan sayang. Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua, bahkan makan berdua di luar pun hampir tidak pernah. Kalau kami makan di meja makan berdua, kami asyik sendiri dengan sendok garpu kami, bukan obrolan yang terdengar, hanya denting piring yang beradu dengan sendok garpu.
Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran di kamar, atau main dengan anak2 kami, dia jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat pendiam, aku menyangka dia memang tidak suka tertawa lepas.
Aku mengira rumah tangga kami baik2 saja selama 8 tahun pernikahan kami. Sampai suatu ketika, disuatu hari yang terik, saat itu suamiku tergolek sakit dirumah sakit, karena jarang makan, dan sering jajan di kantornya, dibanding makan dirumah, dia kena typhoid, dan harus dirawat di RS, karena sampai terjadi perforasi di ususnya. Pada saat dia masih di ICU, seorang perempuan datang menjenguknya. Dia memperkenalkan diri, bernama meisha, temannya Mario saat dulu kuliah.
Meisha tidak secantik aku, dia begitu sederhana, tapi aku tidak pernah melihat mata yang begitu cantik seperti yang dia miliki. Matanya bersinar indah, penuh kehangatan dan penuh cinta, ketika dia berbicara, seakan2 waktu berhenti berputar dan terpana dengan kalimat2nya yang ringan dan penuh pesona. Setiap orang, laki2 maupun perempuan bahkan mungkin serangga yang lewat, akan jatuh cinta begitu mendengar dia bercerita.
Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah dulu, Meisha bercerita Mario sangat pendiam, sehingga jarang punya teman yang akrab. 5 bulan lalu mereka bertemu, karena ada pekerjaan kantor mereka yang mempertemukan mereka. Meisha yang bekerja di advertising akhirnya bertemu dengan Mario yang sedang membuat iklan untuk perusahaan tempatnya bekerja.
Aku mulai mengingat 2 5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis pada Mario, setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku, dan dalam sehari bisa menciumku lebih dari 3x. Dia membelikan aku parfum baru, dan mulai sering tertawa lepas. Tapi disaat lain, dia sering termenung di depan komputernya. Atau termenung memegang Hp-nya. Kalau aku tanya, dia bilang, ada pekerjaan yang membingungkan.
Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih dirawat di RS. Aku sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah kesal, karena Mario tidak juga mau aku suapi. Meisha masuk kamar, dan menyapa dengan suara riangnya," Hai Rima, kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini ? tidak mau makan juga? uhh dasar anak nakal, sini piringnya, " lalu dia terus mengajak Mario bercerita sambil menyuapi Mario, tiba2 saja sepiring nasi itu sudah habis ditangannya. Dan aku tidak pernah melihat tatapan penuh cinta yang terpancar dari mata suamiku, seperti siang itu, tidak pernah seumur hidupku yang aku lalui bersamanya, tidak pernah sedetikpun !
Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya membelakangi aku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku. Lebih sakit dari rasa sakit setelah operasi caesar ketika aku melahirkan anaknya. Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak mau memakan masakan yang aku buat dengan susah payah. Lebih sakit daripada sakit ketika dia tidak pulang ke rumah saat ulang tahun perkawinan kami kemarin. Lebih sakit dari rasa sakit ketika dia lebih suka mencumbu komputernya dibanding aku.
Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu. Meisha begitu manis, dia bisa hadir tiba2, membawakan donat buat anak2, dan membawakan ekrol kesukaanku. Dia mengajakku jalan2, kadang mengajakku nonton. Kali lain, dia datang bersama suami dan ke-2 anaknya yang lucu2. Aku tidak pernah bertanya, apakah suamiku mencintai perempuan berhati bidadari itu? karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang bergejolak dihatinya.
Suatu sore, mendung begitu menyelimuti jakarta, aku tidak pernah menyangka, hatikupun akan mendung, bahkan gerimis kemudian. Anak sulungku, seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun, rambutnya keriting ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya. Dia berhasil membuka password email Papa nya, dan memanggilku,
" Mama, mau lihat surat papa buat tante Meisha ?"
Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu,
Dear Meisha,
Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung hatiku, aku tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkan pada Rima. Aku mencintai Rima karena kondisi yang mengharuskan aku mencintainya, karena dia ibu dari anak2ku.
Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh2 mencintainya. Tidak ada perasaan bergetar seperti ketika aku memandangmu, tidak ada perasaan rindu yang tidak pernah padam ketika aku tidak menjumpainya. Aku hanya tidak ingin menyakiti perasaannya. Ketika konflik2 terjadi saat kami pacaran dulu, aku sebenarnya kecewa, tapi aku tidak sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan yang aku cari untuk mengisi kekosongan hatiku. Hatiku tetap terasa hampa, meskipun aku menikahinya.
Aku tidak tahu, bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya, seperti ketika cinta untukmu tumbuh secara alami, seperti pohon2 beringin yang tumbuh kokoh tanpa pernah mendapat siraman dari pemiliknya. Seperti pepohonan di hutan2 belantara yang tidak pernah minta disirami, namun tumbuh dengan lebat secara alami. Itu yang aku rasakan.
Aku tidak akan pernah bisa memilikimu, karena kau sudah menjadi milik orang lain dan aku adalah laki2 yang sangat memegang komitmen pernikahan kami. Meskipun hatiku terasa hampa, itu tidaklah mengapa, asal aku bisa melihat Rima bahagia dan tertawa, dia bisa mendapatkan segala yang dia inginkan selama aku mampu. Dia boleh mendapatkan seluruh hartaku dan tubuhku, tapi tidak jiwaku dan cintaku, yang hanya aku berikan untukmu. Meskipun ada tembok yang menghalangi kita, aku hanya berharap bahwa engkau mengerti, you are the only one in my heart.
yours,
Mario
Mataku terasa panas. Jelita, anak sulungku memelukku erat. Meskipun baru berusia 7 tahun, dia adalah malaikat jelitaku yang sangat mengerti dan menyayangiku.
Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku. Dia mencintai perempuan lain.
Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku menulis surat hampir setiap hari untuk suamiku. Surat itu aku simpan di amplop, dan aku letakkan di lemari bajuku, tidak pernah aku berikan untuknya.
Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya. Aku mengumpulkan tabunganku yang ku simpan dari sisa2 uang belanja, lalu aku belikan motor untuk mengantar dan menjemput anak2ku. Mario merasa heran, karena aku tidak pernah lagi bermanja dan minta dibelikan bermacam2 merek tas dan baju. Aku terpuruk dalam kehancuranku. Aku dulu memintanya menikahiku karena aku malu terlalu lama pacaran, sedangkan teman2ku sudah menikah semua. Ternyata dia memang tidak pernah menginginkan aku menjadi istrinya.
Betapa tidak berharganya aku. Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga seorang perempuan yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya ?
Kenapa dia tidak mengatakan saja, bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak menginginkan aku? itu lebih aku hargai daripada dia cuma diam dan mengangguk dan melamarku lalu menikahiku. Betapa malangnya nasibku.
Mario terus menerus sakit2an, dan aku tetap merawatnya dengan setia. Biarlah dia mencintai perempuan itu terus di dalam hatinya. Dengan pura2 tidak tahu, aku sudah membuatnya bahagia dengan mencintai perempuan itu. Kebahagiaan Mario adalah kebahagiaanku juga, karena aku akan selalu mencintainya.
**********
Setahun kemudian
Meisha membuka amplop surat2 itu dengan air mata berlinang. Tanah pemakaman itu masih basah merah dan masih dipenuhi bunga.
" Mario, suamiku
Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama kali bekerja dikantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu terpesona padamu yang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku ketika aku tidak bertepuk sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan begitu posesif ingin memilikimu seutuhnya.
Aku sering marah, ketika kamu asyik bekerja, dan tidak memperdulikan aku. Aku merasa diatas angin, ketika kamu hanya diam dan menuruti keinginanku
Aku pikir, aku si puteri cantik yang diinginkan banyak pria, telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu mencintaiku sehingga mau melakukan apa saja untukku Ternyata aku keliru. aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan kita.
Ketika aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantor dulu yang aku tahu sebenarnya menyukai Mario.
Aku melihat matamu begitu terluka, ketika berkata, " kenapa, Rima ?
Kenapa kamu mesti cemburu? dia sudah menikah, dan aku sudah memilihmu menjadi istriku?"
Aku tidak perduli, dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya.
Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku. Engkau tidak pernah bahagia bersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu. Aku bukanlah wanita yang sempurna yang engkau inginkan.
Istrimu,
Rima"
Di surat yang lain,
Kehadiran perempuan itu membuatmu berubah, engkau tidak lagi sedingin es. Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak pernah melihat cahaya cinta dari matamu untukku, seperti aku melihat cahaya yang penuh cinta itu berpendar dari kedua bola matamu saat memandang Meisha
Disurat yang kesekian,
Aku bersumpah, akan membuatmu jatuh cinta padaku.
Aku telah berubah, Mario. Engkau lihat kan, aku tidak lagi marah2 padamu, aku tidak lagi suka membanting2 barang dan berteriak jika emosi. Aku belajar masak,dan selalu kubuatkan masakan yang engkau sukai. Aku tidak lagi boros, dan selalau menabung. Aku tidak lagi suka bertengkar dengan ibumu.
Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang kerumah. Dan aku selalu meneleponmu, untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan siang ini? Aku merawatmu jika engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau tidak mau aku suapi, aku menungguimu sampai tertidur di samping tempat tidurmu, di rumah sakit saat engkau dirawat, karena penyakit pencernaanmu yang selalu bermasalah
Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan tetap berusaha dan menantinya
Meisha menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata indahnya dipeluknya Jelita yang tersedu-sedu disampingnya.
Disurat terakhir,
Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-9.
Tahun lalu engkau tidak pulang kerumah, tapi tahun ini aku akan memaksamu pulang, karena hari ini aku akan masak, masakan yang paling enak sedunia.
Kemarin aku belajar membuatnya dirumah Bude Tati, sampai kehujanan dan basah kuyup, karena waktu pulang hujannya deras sekali, dan aku hanya mengendarai motor.
Saat aku tiba di rumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran dimatamu.
Engkau memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju supaya tidak sakit.
Tahukah engkau suamiku, Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun kita pacaran, dan hampir 9 tahun kita menikah, baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu dari matamu, inikah tanda2 cinta mulai bersemi dihatimu ?
Jelita menatap Meisha, dan bercerita,
" Siang itu Mama menjemputku dengan motornya, dari jauh aku melihat keceriaan di wajah mama, dia terus melambai-lambaikan tangannya kepadaku. Aku tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari mama seperti siang itu, dia begitu cantik. Meskipun dulu sering marah2 kepadaku, tapi aku selalu menyayanginya. Mama memarkir motornya di seberang jalan, Ketika mama menyeberang jalan, tiba2 mobil itu lewat dari tikungan dengan kecepatan tinggi, aku tidak sanggup melihatnya terlontar, Tante.. aku melihatnya masih memandangku sebelum dia tidak lagi bergerak" Jelita memeluk Meisha dan terisak-isak. Bocah cantik ini masih terlalu kecil untuk merasakan sakit di hatinya, tapi dia sangat dewasa.
Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi. Mario mengirimkan email lagi kemarin malam, dan tadinya aku ingin Rima membacanya.
Dear Meisha,
Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima berbeda, dia tidak lagi marah2 dan selalu berusaha menyenangkan hatiku. Dan tadi, dia pulang dengan tubuh basah kuyup karena kehujanan, aku sangat khawatir dan memeluknya. Tiba2 aku baru menyadari betapa beruntungnya aku memiliki dia. Hatiku mulai bergetar. Inikah tanda2 aku mulai mencintainya ?
Aku terus berusaha mencintainya seperti yang engkau sarankan, Meisha. Dan besok aku akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan mobil mungil untuknya, supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana. Bukan karena dia ibu dari anak2ku, tapi karena dia belahan jiwaku.
Meisha menatap Mario yang tampak semakin ringkih, yang masih terduduk disamping nisan Rima. Diwajahnya tampak duka yang dalam. Semuanya telah terjadi, Mario.
"Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang, ketika seseorang itu telah pergi meninggalkan kita."
Jumat, 18 November 2011
Surat Bryan
22.05
Gue lirik gitar yang tiap hari nangkring dipojokan tempat tidur. Diam, sepertinya berharap di mainkan. Dia benar-benar nganggur, begitu pula gue. Akhirnya gue letakkan pensil yang sedari tadi berdiri diantara jempol, jari telunjuk, dan jari tengah. Kini pensil itu tertidur diatas buku penuh coretan kata-kata gombalan yang semrawut! Gue melangkah malas menuju pojok tempat tidur, dimana gitar akustik gue sudah menunggu. Lantas gue mainkan. Sepertinya benda itu tersenyum senang. Hahaaha!
23.30
Merebahkan tubuh sejenak mungkin ide bagus, punggung sepertinya sudah mengerak sedari tadi diperkosa duduk dan bermain gitar. Lalu gue mainkan lagi sang gitar sambil baringan. Gara-gara lihat isi cerpen di Blog temen, jadi ikutan idenya buat nembak cewek pake surat. Kayaknya gampang, tapi ternyata susah bikinnya. Haduh! Tapi gimana lagi, mau ngomong langsung juga malu! Sial! Gitarku ku istirahatkan disamping gue rebahan. Gue ambil rokok dan membakar ujungnya, menghisapnya dalam-dalam. Apa susahnya sih bikin surat? Tinggal nggombal-nggombal dikit, kelar dah! Hufft! Tauk ah! Males bikinnya! Gak jadi nembak aja deh!
23.55
Anjrit, kok jadinya kepikiran nih anak trus sih? Jangan-jangan dipelet lagi guenya! Terpaksa deh, bangun lagi mentelengin kertas. Kalo nih pensil bisa ngomong, kayaknya dia bakalan bego-begoin gue, deh.
01.45
Hey, Nila. Hehehe! Sebelomnya aku minta maaf, aku pake cara jadul. Yah, gimana lagi, tapi biasanya yang jadul itu lebih romantis, soalnya jarang ada yang pake. Iya, gag? :D
Nila, jujur aku bingung mau tulis apa. Semua yang ada di otakku tiba-tiba aja hilang. Tapi satu yang gak ilang. Itu kamu :)
Gak tau dari mana awalnya, aku tiba-tiba aja selalu mikirin kamu. Dan akhirnya aku sadar, aku sayang kamu. Aku bener-bener sayang sama kamu, Nil.
Kalo pas aku udah pulang, dan kamu baca surat ini, tolong dipikirkan, ya. Aku tunggu jawabannya besok.
Bryan
Nah, kelar juga akhirnya. Daripada susah-susah mikir kata-kata gombal yang indah nan romantis (preeettt!) mendingan pake bahasa alakadarnya aja. Yang penting kan tulus dari dalam hati.
01.49
To : Nila
Nil, dah bobok?
From : Nila
Belom. Kenapa?
To : Nila
Aku mau kerumahmu bisa?
From : Nila
Ngapain jam segini?
To : Nila
Aku mau ngomong penting …
From : Nila
Oke. Kesini aja. Aku tunggu.
To : Nila
Oke. Tunggu, yah …
From : Nila
He’em …
01.58
Kok kayaknya mendung, yah? Biarin, dah! Nekat aja! Yang penting ada jas ujan ajah dan yang penting, nih surat nyampe malem ini juga.
“Yan, mau kemana?” eh, suara emak gue bikin kaget aja!
“Kerumah temen, Ma. Bentar doank, kok. Berangkat, Ma! Assalamu’alaikom!” gue buru-buru ngibrit, mumpung belom ngomong macem-macem tuh si emak. Hahahaaha.
02.22
Nah loh! Beneran ujan! Sial! Pas banget, gue bawa jas ujan. Yah, demi cinta. Hahaaha! Mana dingin pula! Untung gue pake sandal jepit, coba pake sepatu, kudu jemur dah besok siang! Mana deres banget pula ujannya. Jadi gak berani kenceng!
“Craaaaaaatttt!!!”
Anjing! Sialan tuh orang! Udah tau jalan becek, pake mobil kenceng bener! Sial! Basah semua! Haduh! Gue rada-rada kebutin dah motor gue, biar cepet sampe, cepet ketemu, cepet pulang, cepet ganti baju, dan cepet tidur.
02.40
To : Nila
Nil, aku dah sampai depan rumahmu…
Gue lihatin trus jendela kamarnya yang ada diatas, biar pas dia nengok dari sana, gue siapin senyum gue (meski nyengirnya ntar bakalan rada maksa gara-gara kehujanan malem-malem). Gue tunggu. Kok gak nongol-nongol nih anak! Gak bales messege gue pula!
To : Nila
Nil, aku dah sampe depan rumahmu, nih!
Masih gak dibales. Jangan-jangan ketiduran nih anak? Telfon aja, deh!
02.51
Sms gak dibales, telfon gak diangkat. Beneran tidur nih anak. Sial! Katanya ditungguin, udah disamperin malah ditinggal ngorok! Hufft! Cinta-cintaaa…
Gue melangkah masuk keteras rumahnya yang tidak berpagar. Mengendap-endap persis maling, untung aja kagak ada orang ngeronda! Gue taroh surat tadi diatas pintu. Moga-moga dia baca, biar pengorbanan gue malem kagak sia-sia. Lalu gue jalan menuju motor. Iseng lihat kanan-kiri sebentar. Gilak! Gue baru nyadar kalo daerah rumahnya sepi banget kayak kuburan! Mana lampu jalanan juga jarang pula! Gue buru-buru starter motor. Serem!
*
Kamis, 17 November 2011
6 Cara Mengatasi Ketombe
1. Jeruk nipis
Gosokkan jeruk nipis yang sudah dipotong ke kulit kepala, biarkan beberapa saat, kemudian bilas. Jeruk nipis mengandung asam salisilat yang berkhasiat membersihkan lemak pada kulit kepala.
2. Mengkudu
Parut mengkudu, tambahkan air, dan aduk rata. Oleskan pada kulit kepala, biarkan mengering, lalu bilas dengan air bersih. Kandungan alkaloid triterpenoid pada buah mengkudu berkhasiat sebagai penghilang lembab, antiseptik, dan pelembut kulit.
3. Pandan
Gilinglah pandan sampai halus, tambahkan air, peras, dan saring. Siramkan air perasan pandan ini ke rambut, biarkan mengering sekitar setengah sampai satu jam, lalu bilas air bersih.
4. Soda kue
Bahan pengembang kue ini ternyata ampuh mengusir ketombe. Ambil segenggam soda kue kemudian ratakan pada kulit kepada, bilas sampai bersih. Awalnya rambut mungkin akan sedikit kering, tapi cara ini akan membuat kulit kepala Anda memproduksi minyak secara alami sehingga membuat rambut lembut dan ketombe hilang.
5. Nanas
Kupas kulit nanas yang sudah matang, lalu parut. Gosokkan parutan nanas tersebut pada kulit kepala yang berketombe, diamkan semalaman, bilas rambut pada pagi hari. Lakukan setiap malam sampai ketombe hilang. Zat bromelain pada nanas berkhasiat untuk membuang jaringan kulit tidak sehat termasuk ketombe.
6. Cuka
Benar, ini cuka yang biasa ditambahkan sebagai penyedap bakso. Caranya cukup campurkan secangkir cuka putih dengan secangkir air. Jadikan campuran tersebut sebagai bilasan terakhir setelah keramas. Diamkan sebentar, lalu bilas dengan air bersih.
Selain perawatan dari luar, Anda juga perlu melakukan perawatan dari dalam. Kurangilah beberapa jenis minuman seperti kopi dan alkohol, lakukan diet makanan rendah karbohidrat dan lemak, dan perbanyak konsumsi vitamin B6 dan C.
Rabu, 16 November 2011
My Mother is Hero
Saya punya satu Kisah Inspiratif dari seekor ibu monyet kepada anaknya ..
Pada suatu hari, seekor monyet dan anaknya pergi mencari makan dan melintasi jalan raya, pada saat itu, anak monyet yang masih balita terjatuh akibat melanggar sang pengendara motor.
Sang ibu langsung menolong anaknya yang terjatuh tersebut.
Namun, tiba-tiba datang seekor anjing yang berusaha akan memakan anak monyet tersebut.
Sang ibu yang melihat kejadian ini langsung melakukan perlawanan terhadap anjing tersebut, walaupun secara fikik mungkin sang ibu monyet akan kalah, namun atas dasar “rasa Kasih Sayangnya” maka ia beranikan diri untuk melakukan perlawanan kepada sang anjing tersebut.
Akhirnya sang anjing lari karena merasa buruannya lebih kuat dan tak mungkin untuk ia kalahkan.
Itu adalah cerita dari ibu monyet yang berjuang dengan nyawanya menyelamatkan anaknya.
Sekarang kita coba melihat pada diri sendiri. betapa besar pengorbanan ibu kepada kita. beliau rela mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan kita, menghabiskan waktu santainya untuk merawat kita yang masih belum bisa apa-apa, bangun ditidur malamnya yang nyenyak hanya untuk menenangkan tangis kita.
Pernahkah kita memikirkan apa yg telah diajarkan oleh seorang ibu kepada kita? Sayangilah Ibu-mu dgn sungguh-sungguh krn sorga berada di telapak kaki Ibu.
*Pernah kita ngomelin Dia ? ‘Pernah!’
*pernah kita cuekin Dia ? ‘Pernah!’
Saat kau berumur 15 tahun, dia pulang kerja ingin memelukmu.
Sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu.
Saat kau berumur 16 tahun, dia ajari kau mengemudi mobilnya.
Sebagai balasannya, kau pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya.
Saat kau berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang penting.
Sebagai balasannya, kau pakai telepon nonstop semalaman.
Saat kau berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau lulus SMA.
Sebagai balasannya, kau berpesta dengan temanmu hingga pagi.
Saat kau berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama.
Sebagai balasannya, kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar kau tidak malu di depan teman-temanmu.
Saat kau berumur 20 tahun, dia bertanya, “Dari mana saja seharian ini?”
Sebagai balasannya, kau jawab, “Ah Ibu cerewet amat sih, ingin tahu urusan orang!”
Saat kau berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk karirmu di masa depan. Sebagai balasannya, kau katakan, “Aku tidak ingin seperti Ibu.”
Saat kau berumur 22 tahun, dia memelukmu dengan haru saat kau lulus perguruan tinggi.
Sebagai balasannya, kau tanya dia kapan kau bisa ke Bali.
Saat kau berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu.
Sebagai balasannya, kau ceritakan pada temanmu betapa jeleknya furniture itu.
Saat kau berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencananya di masa depan.
Sebagai balasannya, kau mengeluh, “Bagaimana Ibu ini, kok bertanya seperti itu?”
Saat kau berumur 25 tahun, dia mambantumu membiayai pernikahanmu.
Sebagai balasannya, kau pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.
Saat kau berumur 30 tahun, dia memberikan beberapa nasehat bagaimana merawat bayimu.
Sebagai balasannya, kau katakan padanya,”Bu, sekarang jamannya sudah berbeda!”
Saat kau berumur 40 tahun, dia menelepon untuk memberitahukan pesta ulang tahun salah seorang kerabat.
Sebagai balasannya, kau jawab, “Bu, saya sibuk sekali, nggak ada waktu.”
Saat kau berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu.
Sebagai balasannya, kau baca tentang pengaruh negatif orang tua yang menumpang tinggal di rumah anak-anaknya.
*pernah kita mikir apa yg Dia pikirkan?
‘nggak!
* sebenernya apa yg dia pikirkan ?
‘Takut ...
- takut ga bisa liat kita senyum , nangis atau ketawa lagi.
- takut ga bisa ngajar kita lagi
Semua itu karena waktu Dia singkat..
Saat ibu menutup mata. Ga akan lg ada yg cerewet.
Saat kita nangis manggil2 dia , apa yg dia bales ?
‘Dia cuma diam...
Tapi bayangannya dia tetap di samping kita dan berkata : “anakku jangan menangis, Ibu masih di sini. Ibu masih sayang kamu..
Dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang. Dan tiba-tiba kau teringat semua yang belum pernah kau lakukan, karena mereka datang menghantam HATI mu bagaikan palu godam.
JIKA BELIAU MASIH ADA, JANGN LUPA MEMBERIKAN KASIH SAYANGMU LEBIH DARI YANG PERNAH KAU BERIKAN SELAMA INI DAN JIKA BELIAU SUDAH TIADA, INGATLAH KASIH SAYANG DAN CINTANYA YANG TULUS TANPA SYARAT KEPADAMU.
Langganan:
Komentar (Atom)
















